Filosofi Tugu Alun Alun Malang
by instagram @eki_uchiha

Sejarah, Daya Tarik, Kuliner dan Hotel Dekat Alun Alun Malang

Posted on

Alun Alun Malang – Kota Malang memang memiliki beragam destinasi wisata yang populer. Namun jika anda bosan dengan hingar bingar destinasi wisata modern di Malang, anda dapat mengunjungi destinasi wisata bersejarah yang satu ini. Alun Alun Tugu Malang merupakan tempat bersejarah kebanggaan masyarakat Malang yang sarat akan unsur sejarah. Berikut ulasan dan gambar alun alun tugu Malang dari lynehamvillage yang dapat menjadi referensi bagi anda untuk berkunjung.

Lokasi Alun Alun Tugu Malang

Lokasi Alun alun Tugu Malang berada tepat di depan Balai Kota Malang, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kota Malang, Aula Skodam V Brawijaya, Hotel Tugu, SMA N 4 Kota Malang juga SMA N 1 Kota Malang. Alamat alun alun tugu Malang adalah di kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Alun Alun Tugu Malang terletak di pusat kota Malang sehingga sangat strategis dan dekat dengan berbagai tempat diantaranya dekat dengan Stasiun Kota Malang, Pasar Splendid, Wisma Tumapel, Museum Malang Tempoe Doeloe, Gereja Kayu Tangan, serta pusat perbelanjaan kota Malang. Alun Alun Tugu Malang memiliki jarak sekitar 13 km dari Bandara Abdul Rachman Saleh, 8 km dari Terminal Arjosari, sekitar 9 km dari Terminal Landungsari dan berjarak sekitar 5,5 km dari Terminal Gadang. Apabila anda tidak familiar dengan jalan I kota Malang, anda dapat dengan mudah melihat peta alun alun tugu Malang di GPS anda.

Sejarah Alun Alun Tugu Kota Malang

Sejarah Alun Alun Tugu Kota Malang
by instagram @toyotamalangku

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, taman yang menjadi cikal bakal Alun alun Tugu dibangun oleh Gubernur Pemerintah Hindia Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Jaan Pieter Zoen Coen. Pada zaman itu, desain taman ini masih sangat sederhana berupa taman terbuka tanpa ada tugu dan pagar. Awalnya taman ini hanya dibangun untuk melengkapi halaman gedung Kegubernuran Pemerintah Hindia Belanda. Satu tahun setelah hari kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1946, masyarakat Malang mendesak pemerintah untuk menjadikan orang Indonesia sebagai pimpinan. Pada saat itulah diletakkan batu pertama pertanda mulai dibangunnya Monumen Tugu yang ditandangani oleh Soekarno dan A.G. Suroto. Akan tetapi sayangnya, monumen Tugu tersebut sempat dihancurkan oleh Belanda pada saat Agresi Militer Belanda I pada tahun 1948. Belanda meluluhlantakan monumen Tugu tersebut sebagai bentuk kekesalan pihak Belanda atas kegigihan pemuda arek-arek Malang. Kemudian pada tahun 1953 monumen Tugu tersebut dibangun kembali oleh pemerintahan Malang dan kemudian diresmikan kembali oleh Presiden RI pada masa itu yaitu Ir. Soekarno.

Filosofi Tugu Alun Alun Malang

Alun alun Tugu Malang ini ternyata tidak dibangun secara asal asalan, melainkan memiliki makna tertentu. Monumen Tugu yang berada di tengah Alun Alun melambangkan Tugu sebagai pusat untuk kelima penjuru arah, dimana arah yang utama adalah arah yang menuju Gedung Balaikota. Sedangkan empat arah lainnya mewakili jalan raya yang berada di luar lingkaran taman yang bermuara pada tugu ini. Bentuk dari monumen Tugu ini juga memiliki makna tersendiri. Puncak monumen Tugu yang berbentuk bambu runcing memiliki arti bahwa bambu runcing merupakan senjata yang  pertama kali digunakan bangsa Indonesia untuk melawan para penjajah. Terdapat juga rantai yang menggambarkan persatuan rakyat Indonesia yang erat dan tidak dapat dipisahkan. Makna lain juga terkandung pada tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut, juga bintang yang mempunyai 8 tingkat dan 17 buah pondasi. Apabila digabungkan maka hal ini melambangkan tanggal kemerdekaan Bangsa Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.K emudian, bunga teratai putih dan merah yang berada di kolam di sekeliling Tugu melambangkan keberanian juga kesucian. Hal ini memiliki makna yang sama dengan warna bendera Indonesia.

Daya Tarik Alun Alun Tugu Malang

Daya Tarik Alun Alun Tugu Malang
by instagram @muhammadanggun

Alun alun Tugu atau biasa disebut dengan Alun alun bunder atau Bundar ini memang kerap menjadi sorotan karena keindahannya. Disebut Alun alun Bundar karena memang alun alun ini memiliki bentuk yang bundar melingkar. Terdapat taman bunga beraneka ragam, beberapa pohon trembesi juga yang terbaru ada beberapa lampu semacam lampion besar yang menyerupai tanaman bunga dengan warna kuning, merah, dan hijau. Rumput yang hijau dan tanaman yang ditata sedemikian rapi menjadikan Alun alun Tugu sebagai tujuan favorit masyarakat sekitar yang ingin berekreasi bersama keluarga maupun sekadar melepas penat sembari menikmati semilir angin sejuk Kota Malang. Pada bagian tengah alu nalun, terdapat kolam ikan yang luas dengan sebuah tugu di tengah-tengahnya. Di kolam ini terdapat tanaman teratai berwarna merah dan putih serta berbagai jenis ikan yang berenang kesana kemari di dalam air. Terdapat pula air mancur yang dinyalakan pada waktu-waktu tertentu, sehingga menambah lengkap keindahan Alun Alun Tugu Malang ini.

Keindahan Alun alun Tugu di malam hari juga tak kalah indahnya. Tugu yang berwarna hitam berdiri kokoh bermandikan cahaya lampu berwarna-warni yang semakin menambah pesonanya. Tak heran pengunjung pun menjadi betah berlama lama singgah di tempat ini. Udara sejuk kota Malang yang berpadu dengan keasrian taman di Alun Alun Tugu ini, membuat para pengunjung enggan untuk beranjak dari tempat bersejarah ini.

Para pengunjung dapat duduk bersantai di kursi taman yang disediakan, namun biasanya  ada beberapa pengunjung yang berdiri di pagar pembatas antara jalur pejalan kaki dan kolam teratai untuk melihat langsung ke dalam kolam teratai dan Monumen Tugu Kota Malang yang berdiri gagah dengan gedung Balai Kota Malang sebagai latarnya. Pengunjung Alun Alun Tugu tidak pernah melewatkan latar yang menarik tersebut untuk memperindah hasil foto mereka. Selain datang untuk sekadar duduk bersantai dan berburu foto, beberapa pengunjung juga memanfaatkan Alun alun Tugu Malang ini sebagai tempat berolahraga. Beberapa pengunjung terlihat sedang jogging, baik pada jalur pedestrian di bagian dalam Alun alun ataupun di bagian luar yang berdekatan dengan jalan raya. Bersepeda atau gowes di Alun alun Tugu Malang juga merupakan salah satu aktivitas favorit masyarakat sekitar yang dapat dilakukan saat pagi maupun sore hari sehingga tidak terlalu terpapar sinar matahari.

Kuliner di Alun Alun Tugu Malang

Jika anda berkunjung ke Alun Alun Tugu Malang, anda tak perlu khawatir akan kelaparan dan kehausan. Karena di lingkungan Alun Alun Tugu ini terdapat banyak pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di dalam Alun alun maupun di tepian jalan di seberang Alun alun. Beberapa jajanan tradisonal seperti sempol khas Malang dan juga mainan dijual oleh para pedagang tersebut. Jika anda ingin bergeser sedikit jauh dari Alun Alun Tugu, anda dapat berjalan kaki ke arah stasiun kereta Kota Malang. Jaraknya sekitar 300 meter arah timur dari Alun Alun Tugu.Di sana anda dapat menikmati berbagai sajian kuliner khas termasuk bakso yang menjadi ciri khas Malang.

Tiket / Retribusi Alun Alun Tugu Malang

Tiket Retribusi Alun Alun Tugu Malang
by instagram @surya_wi_jaya

Untuk memasuki kawasan Alun Alun Tugu Malang, anda tidak akan dikenakan tarif atau tiket masuk. Anda hanya perlu membayar retribusi parkir apabila mengendarai kendaraan pribadi. Lokasi lahan parkir terletak di sekitar Alun Alun Tugu terutama pada bagian depan SMA N 1 Malang dan SMA N 4 Malang. Tarif parkir yang dikenakan adalah cukup Rp. 2000 untuk sepeda motor dan Rp. 5000 untuk mobil.

Hotel Dekat Alun Alun Tugu Malang

Hotel Dekat Alun Alun Tugu Malang
by instagram @ditasoedaily

Daya tarik Alun Alun Tugu membuat pengunjung ingin enggan beranjak menikmati keindahannya. Itulah yang menjadikan ada beberapa hotel berdiri di dekat Alun Alun Tugu Kota Malang, beberapa diantaranya merupakan hotel yang bersejarah. Berikut ini adalah daftar hotel di dekat Alun Alun Tugu Malang :

  • Hotel Tugu (Hotel berbintang lima di depan Alun Alun Tugu)
  • Splendid Inn (penginapan dari zaman kolonial Belanda di sebelah Hotel Tugu)
  • Hotel Sahid Montana (Hotel berbintang tiga di Jalan Kahuripan)
  • Hotel Kartika Kusuma (Jalan Kahuripan)
  • Hotel Aloha (Jalan Gajahmada)

Itulah tadi sedikit ulasan mengenai Alun Alun Tugu Malang. Untuk informasi mengenai destinasi wisata menarik lainnya silahkan berkunjung ke lynehamvillage.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *